TENANG PALSU

1824 Words

Bintang menghela napas panjang. Ia meraih gelasnya, meneguk isinya hingga tandas. Sementara ruang rapat itu berada di mode sunyi setelah grafik terakhir berhenti bergerak, mungkin menunggu tanggapan pemimpinnya. Lampu proyektor masih menyala, menampilkan kurva penjualan yang menanjak tajam. Jujur saja, itu di luar ekspektasinya. Bintang bersandar di kursinya, satu tangan menyentuh dagu, mata menatap layar tanpa berkedip. “Ini beneran angka final kuartal ketiga, Kak Tina?” tanyanya ke Kepala Marketing. “Final, Pak,” jawab Tina. “Data sudah terkunci per akhir September.” Kurva berwarna biru tua—Alfa Canis Majoris—berada di posisi teratas untuk lini mass product. Cukup jauh di atas garis emas yang mewakili Laksmana Parfum. Bintang mengembuskan napas pelan. Ia tak tersenyum. “Produk eks

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD