“Kenyang ngga tadi makan nasi padangnya, Teh?” tanya Kane, seraya membiarkan Sora—perawat yang bertugas—mengikat tali gaun steril di balik punggungnya. “Alhamdulillah, Om,” jawab Helia di sela rasa sakitnya. Pembukaan sudah nyaris lengkap. Kontraksi datang semakin rapat dan kuat. Tubuh Helia basah oleh keringat, surainya lepek menempel di pelipis, parasnya tampak begitu lelah. Bintang menggenggam tangannya, enggan melepas. “Aa…” lirih Helia. Bintang mengecup punggung tangan istrinya berkali-kali. Tangan satunya mengusap kepala Helia dengan penuh sayang. Ia tak menjawab lirihan itu, namun keberadaannya tak pernah menjauh barang sedikit pun. “Kita sudah bukaan lengkap nih, Teh,” ujar Kane beberapa saat kemudian. “Teteh bisa fokus dengar Om?” “Bi-sa, Om,” jawab Helia, terengah. “Ikuti

