“Kalau gitu… kita misah aja dulu, ya,” ujar Amanda menatap jam tangannya singkat. “Papi pengin ke lounge. Aku juga. Santai-santai sebentar sambil nonton film. Mau ngider-ngider kok malas.” Ian mengangguk. “Masih ada sekitar lima jam. Kalian bebas kalau mau menjelajah bandara. Papi mah lebih cocok leyeh-leyeh.” Fabian menoleh ke Arani. “Mau jalan-jalan, Ran?” Arani tersenyum. “Mau dong! Apa ya yang seru di sini?” “Banyak, Kak,” jawab Bintang. “Sekadar jalan pun seru. Banyak jendela. Banyak bangku. Ngga bikin capek. Mau belanja barang branded ada. Window shopping, lihat tulip, nyobain keju.” “Asiiik!” seru Arani. “Kayaknya cocok buat kencan bandara,” timpal Fabian. “Emang, Mas,” balas Bintang. “Dan lumayan buat menuhin target langkah harian.” Fabian terkekeh. “Jangan kasih kendor ya?

