KERUNTUHAN PERTAMA

2030 Words

“Sudah mulai, Pi, Nda?” tanya Bintang begitu melangkah masuk ke ruangan Ian di Dewantara Lawfirm. “Belum, A,” jawab Ian. “Aa sendiri?” timpal Amanda. “Iya. Abdi heula yang nonton. Nanti kalau aman, Izora biar nonton rekamannya aja,” tanggap Bintang. “Mami ngga ikutan?” “Paling sebentar lagi sampai,” ujar Ian. “Habis meeting di RSPI.” “Ngga ada masalah kan, Pi?” “Ngga. Meeting strategis aja kok,” jawab Ian. “Eh, A... Papi baru ingat.” Kedua alis Bintang terangkat. “Soal apa, Pi?” “Ingat ngga waktu Teh Ia pingsan di sini?” Bintang spontan mengangguk. “Ingat, Pi.” “Ternyata, si Gavin itu habis nemuin Mami,” ungkap Ian. Kening Bintang mengernyit, ia terdiam sejenak. “Buat apa, Pi?” “Kongkalikong jatuhin Alpha Canis Majoris, juga kamu sebagai pimpinannya,” jawab Ian, lugas. “Soal d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD