2-Januari. Matahari akan terbit pukul 08:40. Namun, sejak satu jam sebelumnya, Bintang dan Helia sudah berada di Cour Napoléon, halaman utama Louvre Museum. Sepi. Namun penuh cahaya. Lampu-lampu di sekeliling halaman masih menyala. Sinarnya memantul di permukaan batu yang basah oleh sisa hujan semalam. Dinginnya udara terasa di kulit, tapi syukurnya tak menusuk. Mungkin karena angin sedang malas berembus. Beberapa petugas keamanan terlihat berjaga di kejauhan, berjalan pelan dengan jaket tebal. “Kita beruntung,” ujar Bintang sambil mengangkat kamera. “Belum ada rombongan.” Helia mengangguk. “Karena winter kali, ya A?” “Kalau turis mah, winter juga jalan aja, sayang.” “Nunggu terang mungkin, A.” “Hmm, mungkin.” Helia berdiri tepat di depan piramida kaca, mantel hitamnya tertutup r

