Pintu ruang kerja Gavin diketuk singkat, lalu terbuka sebelum ia sempat menjawab. Sekretarisnya masuk lebih dulu. “Pak Gavin, ada tamu dari Kedutaan Besar Prancis.” Gavin mengangguk, berdiri dari duduknya. Seorang pria berusia sekitar empat puluhan melangkah masuk, mengenakan setelan gelap sederhana, tangannya menggenggam sebuah amplop cokelat tebal. “Good afternoon, Mr. Laksmana,” ujarnya dalam bahasa Inggris namun dengan aksen Prancis yang tak bisa diabaikan. Ia mengeluarkan kartu identitas dan menunjukkannya sekilas. “I am a consular officer from the French Embassy.” Ruangan itu seketika terasa menghimpit. “Saya datang untuk menyampaikan dokumen resmi,” lanjut staf konsuler itu. “Dan memastikan dokumen ini diterima langsung oleh Anda.” Tanpa menunggu respons, pria itu melangkah m

