KEMBALI NORMAL

1422 Words

Hari pertama mereka kembali tidur di unit itu, Helia terlelap begitu pulas. Ia tak gelisah, juga tak bermimpi. Tidurnya jatuh dalam, sunyi, seolah tubuhnya akhirnya berani melepas kewaspadaan yang terlalu lama digenggam. Saat terbangun, Helia tak langsung membuka mata. Ia menarik napas pelan. Wangi yang familiar menyambutnya lebih dulu... perpaduan teh, kayu, dan sentuhan tipis citrus dari diffuser di ruang tengah. Aroma yang tak asing dan menenangkan. Aroma yang selalu membawa ingatannya ke dua tempat favoritnya. La Théière Bleue, dan.... Théologie. Helia membuka mata. Ia bangkit dari ranjang, melangkah pelan. Pukul lima lewat sedikit. Udara pagi Jakarta masih lembab sisa hujan semalam. Helia mensucikan diri, mengambil mukena, lalu berdiri menghadap arah kiblat. Subuh itu ia jalani

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD