Sebulan telah berlalu sejak Gael memutuskan untuk mendekati Valentina dengan segala cara yang dia lakukan. Namun, hasilnya? Nihil. Wanita itu seperti benteng yang tak tergoyahkan, dingin dan tak tersentuh. Setiap pagi, Valentina tiba tepat waktu di kantor Gael dengan pakaian rapi, rambut tertata rapi, dan ekspresi datar yang sama. Tak ada celah untuk obrolan ringan, apalagi sentuhan tak disengaja yang bisa memicu percikan. Bahkan ketika Gael memegang lengannya dan tangannya ingin merengkuh pinggangnya, Valentina dengan gesit menghindar, seolah tubuhnya dilengkapi sensor untuk menjauhi pria itu. "Val, tolong siapkan laporan untuk rapat besok," ujar Gael suatu sore, mencoba memancingnya berbicara lebih dari sekadar urusan pekerjaan. "Sudah disiapkan, Tuan Gael. Semuanya ada di fol

