Pesawat pribadi Geo mendarat di sebuah bandara kecil di tepi pantai, udaranya hangat, beraroma garam dan kebebasan. Eleanor menarik napas dalam-dalam, dan ini bukan New York. Ini bukan tempat di mana dia terjebak dalam beban yang menyiksa. “Selamat datang di Santorini," Geo berbisik di telinganya, menggenggam tangannya dengan erat. Eleanor menoleh dan melebarkan matanya. “Kau membawaku ke tempat yang indah dan cantik.” “Kau istimewa, jadi aku membawamu ke tempat yang istimewa juga.” Geo mengecup bibir Eleanor. * * Pulau itu indah, langit biru cerah, rumah-rumah putih dengan atap biru, dan laut yang membentang tak berujung. Eleanor merasa seperti berada di dalam lukisan. Dia tersenyum, benar-benar tersenyum, tanpa beban sama sekali. Geo sudah merencanakan semuanya. Mereka m

