Matahari sore menyinari pelataran taman resort dengan lembut, seolah turut berbahagia untuk hari istimewa ini. Eleanor berdiri di depan cermin besar di ruang persiapan, mengenakan gaun pengantin berenda ivory yang melambai halus di setiap gerakannya. Tangannya gemetar saat menyentuh tiara mutiara di kepalanya, tanda bahwa sebentar lagi dia akan resmi menjadi istri Geo. Tiba-tiba, pintu terbuka, dan Liana, ibunya, masuk dengan mata berkaca-kaca. "Kau cantik sekali, Sayanh," bisiknya, suaranya parau. Eleanor menoleh, bibirnya bergetar. "Mom … terima kasih sudah datang." Liana mendekat lalu memeluknya dengan hati-hati—takut jika merusak penampilan sang putri yang sudah sempurna. Lalu dia merapikan helaian rambut Eleanor yang terlepas. "Aku tidak akan melewatkan hari pentingmu, S

