Sebulan telah berlalu sejak Jevynn menemukan Serena kembali. Kini, di sebuah taman besar mansion mewahnya di Swiss, yang dipenuhi bunga berwarna warni, mereka akhirnya akan menyatukan janji di hadapan orang-orang terkasih. Serena dan Jevynn sepakat mengadakan pernikahan di Swiss agar lebih tenang dan tak terganggu dengan banyak gosip tentang Liora. Udara sore itu terasa begitu lembut, seolah alam juga turut bahagia untuk mereka. Serena berdiri di depan cermin, mengenakan gaun pengantin sederhana yang mengikuti lekuk tubuhnya dengan sempurna. Perutnya belum terlalu terlihat, tetapi dia sudah bisa merasakan kehadiran sang bayi—buah cintanya dengan Jevynn. “Kau cantik sekali, Sayang,” bisik Lumina, ibu Jevynn, sambil menata tudung tipis yang menutupi bahunya. Serena tersenyum, t

