Lampu kamar redup, menciptakan suasana yang hangat dan intim. Eleanor berbaring di atas kasur, rambutnya terurai indah di atas bantal. Matanya menatap Geo, yang duduk di tepi tempat tidur, jari-jarinya dengan lembut menelusuri lekuk tubuhnya. "Kau besok harus pergi lagi?" bisik Eleanor, suaranya hampir seperti angin malam yang pelan. Geo menghela napas, tangannya berhenti sejenak di pinggulnya. “Hmm … ada hal yang harus kukerjakan secepatnya.” Eleanor mengangguk perlahan. “Kalau begitu," ujarnya sambil menarik kerah baju Geo, "mari kita buat malam ini sangat berkesan.” Biasanya, mereka seperti dua orang yang kehausan—cepat, panas, penuh gairah yang meledak-ledak. Tapi malam ini berbeda. Geo mencium Eleanor dengan pelan, bibir mereka saling menyentuh seperti dua helai daun y

