"Janinnya udah berusia 5 minggu," ucap sang dokter sambil melihat ke arah monitor yang juga dilihat oleh Anita dan Ervan. "Selama ya, Pak, Bu. Janinnya sehat." Mata Ervan berkaca-kaca di sisi kanan sang istri. "Kamu hamil, Sayang. Kamu hamil. Kita akan punya anak," ujarnya antusias. Anita mengangguk sambil menyeka sudut matanya yang berair. Tak menyangka jika Tuhan memberinya rezeki anak yang baru berukuran kira-kira sebesar biji wijen itu. Padahal dirinya sempat pesimis di saat awal bulan sebelumnya masih mendapati test pack yang hanya bergaris satu. Ervan meraih tangan Anita dan mencium punggung tangan perempuan yang sedang mengandung darah dagingnya itu berkali-kali--membuat sang dokter yang ada di dekatnya terkekeh pelan. Terlihat jelas dari tatapan dan perlakuan suami dari pasienn
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


