Maharani Mengambil Hati dan Menggantikan Peran.

1045 Words

​Tama mulai sering bertemu dengan Maharani, dengan dalih urusan proyek freelance yang ia kerjakan (yang memang diberikan oleh Maharani). Maharani selalu profesional, tetapi ia pintar dalam membangun kedekatan emosional. Ia selalu memuji Tama sebagai "pria yang bertanggung jawab dan sangat sayang pada ibunya." ​Pujian dari Maharani itu terasa seperti balm dingin pada luka Tama yang selalu dikritik oleh Aya. ​Suatu malam, Tama duduk sendirian di kontrakannya. Ia memegang ponselnya, melihat foto Aya dan si kembar. Ia merindukan mereka, tetapi ia merasa tidak sanggup membawa mereka kembali ke dalam lingkungan konflik dan kekurangan. ​Telepon Ajeng masuk lagi. "Tama, kamu sudah dengar? Maharani bilang dia bisa mencarikan pinjaman bank yang besar untukmu, agar kamu bisa membeli rumah sendiri!

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD