Narasi Korban dan Kejahatan Memutar Balik Fakta.

1058 Words

​​Tama kini berada di bawah tekanan ganda, ancaman pengusiran dari Ajeng—jika ia tidak menikahi Maharani dan konfrontasi dingin dari Aya—yang telah memiliki bukti kebohongan pulangnya. Daripada introspeksi atau meminta maaf, Tama memilih mekanisme pertahanan yang paling merusak: menyalahkan Aya secara total melalui pemutarbalikan fakta. ​Tama masuk ke kontrakan, tubuhnya dipenuhi rasa tegang dan jijik. Ia melihat Aya sedang melipat popok di sofa, dengan ekspresi wajah yang dingin dan tak tersentuh sejak konfrontasi malam sebelumnya. Aya tidak lagi menangis, dan ketiadaan emosi itu membuat Tama semakin marah—Aya merusak drama korban yang ia bangun. ​Tama menghampirinya, mengenakan jubah kebohongan dan topeng otoritas yang baru ia pinjam dari Ajeng. ​"Ay, aku sudah memikirkannya baik-baik

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD