BTL~43

1498 Words

“Ke mana … Rumi?” Qai memasuki lift, yang didalamnya sudah ada Dandi terlebih dahulu. Pria itu berdiri seorang diri dan Qai tidak melihat sosok Rumi di mana pun. Bahkan, ketika ia melewati lobi dengan tergesa untuk mengejar Dandi, Qai tidak melihat siluet wanita yang mirip dengan Rumi. “Bukannya dia mulai kerja hari ini? Nggak mungkin dia datang dulu—” “Rumi di rumah.” Lebih baik memotong ucapan Qai, daripada pria itu terus saja mengoceh. “Besok baru kerja. Mungkin.” “Mungkin?” Qai menarik napas, lalu menenggelamkan satu tangan ke dalam saku celana ketika pintu lift tertutup. Ia menghadap Dandi dan menelisik pria itu dari atas sampai bawah. “Rumi sakit?” “Ini masih pagi dan kamu sudah berisik, Qai.” “Aku cuma tanya,” sahut Qai dengan tersenyum tipis. “Karena baru kali ini aku lihat seo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD