Author POV “Sekarang lo mesti ikut rencana gue. Nggak ada penolakan. Kita kabur. Kita kawin lari saja, oke?” "Mana bisa kawin lari, Arda," sahut Tifa. "Nggak pakai lari saja belum tentu bisa, apalagi lari." Tifa memasang wajah serius, padahal dalam hati tertawa. "Ya ampun, Tif. Otak lo ngeres amat." Sepasang mata Arda membesar. Suara lift berhenti terdengar, menghentikan obrolan mereka. Keduanya bergegas keluar dari dalam kotak besi. Arda tidak melepas genggaman tangannya dengan Tifa. Dua orang itu berjalan cepat melewati lobi hotel. Berpasang-pasang mata menatap keduanya. Tampak terheran-heran melihat outfit dua orang itu yang tidak matching. Yang perempuan memakai kebaya serta make up, sementara yang pria hanya berpakaian santai dengan jaket. Melupakan pembahasan sebelumnya, Tifa

