Bab 32. Saat Arda Muak

1226 Words

Arda POV “Sialan lo, Sil. Apa yang ada di kepala lo, sih?” Kuremas telapak tanganku kuat-kuat. “Pakai pakaian lo.” Kualihkan pandangan dari perempuan gila itu. Dia benar-benar sudah gila. “Kamu pasti merasakan sesuatu. Iya, kan?” Aku tidak menjawab. Berkali-kali kuhentak napasku. “Biarkan aku mencoba. Tolong jangan menolak. Bukankah kamu bilang mau sembuh? Niatku baik. Aku mau membantumu.” Kutekan kuat sepasang rahangku. Napasku memburu. Bukan. Bukan karena itu. Ya, aku terkejut melihatnya. Sepasang gunung kembar itu menantangku. Namun, aku tidak merasakannya. Getaran dan keinginan itu tidak ada. “Arda.” Aku menoleh cepat. Suara itu terdengar sangat dekat. Mataku terbelalak. “Lo bener-bener sudah gila.” Aku beranjak. Kulangkahkan kaki mendekatinya. Dia terpaku. Tak bergerak. Menatap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD