Tifa POV “Nggak apa-apa kalian di sini dulu sekalian bulan madu,” kata papih setelah menurunkan cangkir ke atas meja. Kami sedang berada di restoran hotel untuk makan malam bersama. Tidak hanya bersama papih dan Samudra, tapi juga bersama papa dan mama Arda. Cuma satu yang kurang. Mamih. Entah bagaimana kabar mamih ditinggal di rumah sendirian, sementara papih dan Samudra bersamaku. Saat egoku menang, aku merasa senang karena papih dan Samudra memilih mendukungku dan berada di sampingku. Namun, saat aku menggunakan hatiku, membayangkan mamih kesepian di rumah sendirian itu menyesakkan d*da. “Iya, benar. Atau kalau kalian mau bulan madu ke luar negeri juga boleh.” Kugulir bola mata ke arah papa Arda yang baru saja menimpali perkataan papih. “Kamu mau pergi jalan-jalan kemana, Tifa?”

