Bab 62. Resmi Tunangan?

1505 Words

Tifa POV Kutatap benda yang melingkari jari manisku sebelah kiri. Batunya berkilau saat terkena cahaya lampu. Senyumku mengembang. Kami tiba di Bali semalam. Oh, Tidak! Kami tidak menginap di hotel sebelum terbang ke Bali. Saat aku menantang Arda untuk menunjukkan kemampuan pedangnya, Arda dengan ekspresi wajah yakin menyanggupi. Hal itu justru membuatku ketakutan sendiri, hingga akhirnya kukatakan aku tidak mau berzina. Lalu kami pun akhirnya terbang ke Bali. “Suka?” Masih sambil memandang benda berkilauan di jariku, kugerakkan kepala turun naik dua kali, menjawab pertanyaan Arda. “Cincin nikahan kita dulu masih lo simpan?” Arda kembali bertanya. Kuangkat pandangan mataku. Kami sedang duduk di sofa kamarku. Televisi di depan sana menyala dengan suara lirih. Kugulir bola mata ke a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD