Bab 90.

1863 Words

Arda POV Satu minggu itu akhirnya berlalu. Rasanya waktu berjalan begitu lambat bagiku. Satu minggu yang bagiku terasa sangat berat. Malam-malam ku dingin tanpa ada seseorang yang bisa kupeluk. Hari-hariku terasa hampa, meskipun aku masih bisa tetap berhubungan dengan Tifa melalui ponsel. Masih bisa melakukan panggilan video sehingga aku bisa menatap wajahnya. Namun, tetap saja rasanya berbeda. Aku sangat merindukan istriku. Ah, tidak sabar rasanya untuk bisa segera bertemu dengannya lagi. “Ada acara apa sampai kami dikumpulkan semua di sini sih, Ar?” tanya Mama begitu melihat kedua orang tua Tifa dan satu-satunya adik istriku itu masuk ke dalam ruang VIP yang sengaja aku booking untuk makan malam bersama. Kuhampiri mereka, lalu kucium punggung tangan keduanya sebelum kami berjalan k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD