Tifa POV Kuhela napas panjang berkali-kali. Gila, Arda benar-benar gila. Bagaimana bisa pria itu mengelabui orang tua mereka dengan warna merah fanta yang tumpah ke atas kasur saat ia tersedak? Kugelengkan kepala. Setelah ini apa yang akan terjadi? Kedua orang tuaku saat ini pasti sedang berdiskusi. Mereka belum memarahiku, mungkin sebentar lagi. Setelah mereka selesai bicara. “Mbak, disuruh turun sama kanjeng mamih. Calon suamimu sudah datang.” Itu suara Samudra. Kutatap pintu kamar yang masih tertutup. Setelah mamih menyeretku pergi dari hotel dan pulang, aku langsung masuk kamar. Pikiranku masih kacau. Aku butuh waktu untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Tunggu ... tadi Samudra bilang siapa yang datang? Keningku mengernyit. “Siapa, Sam?” tanyaku. “Memangnya siapa calon su

