Bab 92.

1836 Words

Tifa POV Tidak ada yang lebih membahagiakan bagiku dari ketika aku melihat mamih berpelukan dengan mama suamiku. Setelah sekian lama, lebih dari 2 tahun mereka bak Tom dan Jerry yang selalu bermusuhan, kini mereka berdua sama-sama menurunkan ego masing-masing. Mereka melakukannya demi calon anakku. Aku tidak bisa menahan air mata. Sungguh, aku sangat bahagia melihat keduanya berbaikan. Arda pun merasakan hal yang sama. Dia memelukku erat. Matanya sudah berkaca. Malam ini, acara makan malam berubah menjadi acara pelepasan dendam dari kedua ibu kami. Menjadi acara yang menyatukan kembali dua keluarga yang terpecah karena masalah di masa lalu. Air mataku tak bisa berhenti mengalir, saking bahagianya. “Aku minta maaf. Kamu mau kan, maafin aku?” “Iya, aku maafin kamu. Jangan galak-gala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD