"Kalau begitu, kita berdua harus mencari tahu sendiri apa yang terjadi dengan Ayah," ucap Intan memecah keheningan yang menyesakkan. Darren menoleh sembari memberikan tatapan bingung. "Terus kita mulai dari mana, Kak?" "Kita cari tahu siapa dokter yang menangani Ayah. Mungkin saja dokter itu mau memberitahu kepada kita, apa yang sebenarnya terjadi dengan ayah," jawab Intan. "Baik, Kak. Aku ikut apa kata Kakak saja," ucap Darren dengan nada pasrah. Suara perut Darren yang berbunyi nyaring, mengingatkannya jika dia belum menyantap makan malam. Intan yang melihatnya hanya tersenyum tipis. "Ayo kita makan malam, sekalian belikan buat Bunda juga," ajak Intan sembari menggenggam tangan Darren. "Kita nggak pamit sama Bunda, Kak," ucap Darren yang kini mengikuti langkah Intan. "Kirim WA s

