Darren sedikit menurunkan kaca mobilnya. "Kenapa?" tanyanya singkat. Salah satu pria di luar tersenyum tipis, tapi entah kenapa senyum itu terasa tidak tulus. "Mas, mobilnya kenapa berhenti di sini? Bahaya loh kalau sendirian malam-malam begini," ucap pria itu dengan nada ramah yang dipaksakan. Darren hanya mengangguk kecil. "Nggak apa-apa. Saya cuma istirahat sebentar." Pria kedua mendekat sedikit lagi, tapi terlalu dekat sehingga tatapan Darren langsung berubah tajam. Instingnya mengatakan jika kedua pria yang ada di luar mobil memiliki niat buruk padanya. "Mas kelihatan pucat. Turun dulu aja, kita bantu cek mobilnya," ucap pria kedua sambil melirik cepat ke arah jalan kosong di belakang. Darren menelan saliva pelan, dia melihat keadaan sekitar yang memang sepi. Ditambah dengan l

