63. Suasana Sentimentil

1055 Words

"Bunda! Kak Intan kenapa?!" Darren segera menghambur ke arah Fanny yang sedang menepuk-nepuk pipi Intan yang pingsan. Dia segera mengangkat tubuh sang kakak yang tergeletak di lantai dan membaringkan di kasur penunggu pasien. "Bunda. Cepat panggil dokter," ucap Darren yang melirik Fanny sekilas. Baru saja Fanny akan membuka pintu ruang perawatan Giovanni, Steven melangkah masuk, membuat wanita itu menghela napas lega. "Syukurlah Dokter datang, Intan pingsan. Tolong Dokter periksa," ucap Fanny sembari menepi, memberi ruang bagi Steven untuk bergerak cepat. Wajah Steven kini nampak tegang. Dia segera mendekati Intan dan memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan gadis itu. Steven juga memeriksa pupil mata Intan dengan senter kecil yang selalu dia bawa di saku celana panjangnya. Tak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD