Deborah hanya terdiam, tapi air matanya mengalir semakin deras. "Edward! Kenapa kamu bertanya seperti itu sama adikmu? Sudah jelas semua ini salah kakakmu!" seru Rebecca yang menyangkal kenyataan jika Deborah memang bersalah. Edward langsung menoleh kepada Rebecca yang mulai memainkan peran sebagai ibu yang tersakiti. "Mah ... sudahlah. Mau sampai kapan Mama menyalahkan Kak Cecil? Apa sampai Kak Cecil mati baru Mama puas?!" ucap Edward dengan nada tajam. Melihat keadaan sudah mulai tak kondusif, membuat kepala sekolah Deborah menyela perdebatan keluarga itu. "Mohon maaf menyela pembicaraan Ibu dengan anak-anak Ibu, tapi sebaiknya urusan keluarga diselesaikan di rumah saja." "Saya juga inginnya seperti itu, tapi anak tak tahu diri ini menghilang saat saya membutuhkan biaya untuk seko

