"Kalau Mama berani datang, biar aku yang jemput Mama di lobi kantor Kakak," ucap Edward yang dia sendiri ragu apakah dapat menghentikan ibunya atau tidak. "Kakak harus banyak istirahat. Kesehatan Kakak jauh lebih penting daripada drama konser Deborah." Cecilia hanya dapat mengangguk pasrah. Namun di dalam hatinya, dia sudah dapat membayangkan betapa malunya dia jika Rebecca benar-benar muncul di gedung kantornya. Bukan tidak mungkin reputasi sebagai sekretaris profesional dan kompeten yang selama ini Cecilia bangun, runtuh seketika akibat aib keluarga yang dia tutupi dengan rapi. "Kak Cecil. Aku pulang dulu, ya. Ini aku ada sedikit uang buat kakak," ucap Edward sembari mengeluarkan 5 lembar pecahan Rp 50.000,-. Bukannya langsung mengambil, Cecilia malah menatap aneh uang yang ada di t

