45. Sarapan Penuh Ketegangan

1151 Words

"Selamat pagi, Pak Darren, Miss Khatleen. Saya tidak menyangka jika akan bertemu kalian di tempat ini." Dengan terpaksa Cecilia menyapa keduanya, meskipun di dalam hati dia ingin cepat menyingkir dari tempat ini. Dareen tidak langsung menjawab, dia berdiri mematung dengan satu tangan merogoh saku celana kainnya yang berpotongan sempurna, sementara tangan lainnya masih digelayuti oleh Khatleen. Tatapan pria itu tidak beralih dari Cecilia, menyapu penampilannya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Menilai kaus lengan panjang hitam dan celana denim gadis itu yang sederhana. Berbanding terbalik dengan pakaiannya ketika berada di kantor. "Dunia memang sempit, Cecilia," sahut Darren dengan nada suara yang sulit diartikan. Khatleen yang merasa diabaikan, mengerucutkan bibirnya yang dipula

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD