"Bapak benar-benar licik," sahut Cecilia dengan berdesis. "Terima kasih atas pujiannya," sahut Darren santai. Dia menyambar kunci mobil dan jasnya, lalu kembali mendekati Cecilia. Tanpa permisi, dia meraih lengan Cecilia dan melingkarkannya ke lengannya sendiri untuk membantu gadis itu berjalan. "Ayo. Jangan protes, atau saya gendong lagi sampai ke parkiran." "Tapi Pak, tas saya ada di ruangan sekretaris. Tidak mungkin Bapak memapah saya sampai ke sana. Bisa terjadi gosip di antara kita," ucap Cecilia yang jelas-jelas menolak perlakuan manis Darren. "Kamu benar. Maafkan tindakan impulsif saya," ucap Darren setelah terdiam beberapa saat. Darren melepaskan rangkulannya, tapi tetap berdiri sangat dekat dengan Cecilia, seolah siap menangkap gadis itu jika tiba-tiba kehilangan keseimbangan

