10. Lebih Memilih Kathleen

1176 Words

"Cecil… Apa kamu sudah sampai di rumah?" Jika saja Cecilia memperhatikan, nada suara Giovanni terdengar berat dan pelan dari biasanya. "Sudah, Pak," jawab Cecilia dengan suara yang agak serak. Ada jeda cukup lama di seberang sana, sampai terdengar hembusan napas berat. "Syukurlah. Saya cuma memastikan saja apa kamu sudah pulang atau belum. Suara kamu terdengar serak. Apa kamu sedang sakit?" Cecilia menelan saliva saat mendengar nada khawatir Giovanni, tanpa sadar air matanya kembali mengalir. Orang lain saja dapat peduli padanya seperti ini, tapi mengapa keluarganya sendiri tidak. Rumah yang seharusnya memberi rasa aman, malah terus menerus memberi luka yang tak akan pernah kering di hati Cecilia. "Saya tidak sakit, Pak. Hanya kurang minum," ucap Cecilia yang jelas-jelas adalah kebo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD