"Khatleen. Cepat turun, kita sudah sampai," ucap Darren yang memecah lamunan Khatleen. Gadis bermata biru itu menatap menatap Darren sekilas, sebelum membuka pintu mobil sang kekasih. Sedangkan Darren hanya menatap punggung Khatleen yang berjalan memasuki gedung kantornya yang berseberangan dengan gedung kantor Sanjaya Group. "Apapun yang Bapak pikirkan sekarang, Bapak harus lebih kuat agar dapat menghadapi para pemegang saham yang mulai resah saat mendengar kabar kalau Pak Giovanni kembali jatuh sakit," ucap Cecilia yang menghentak kesadaran Darren. Tatapan Darren beralih dari punggung Kathleen yang mulai menjauh kepada Cecilia yang menatapnya dari spion tengah. Gadis itu tidak menatapnya dengan rasa kasihan, melainkan dengan ketegasan yang menuntut. "Saya mengerti," sahut Darren si

