Bab 104. Firasat Buruk

1045 Words

Perjalanan malam itu terasa sangat sunyi, Elea beberapa kali menatap ke arah luar. Masih ada kendaraan yang berlalu lalang meski hanya dengan hitungan jari. Malam memang sudah sangat larut, akan tetapi aktivitas kota Jakarta masih belum berhenti. "Nyonya minum?" Pak Wang mengulurkan sebotol air mineral kepada Elea. Elea menatap botol itu, ia mengambilnya tanpa mengatakan apa pun. "Minum saja dulu, Nyonya. Itu bisa membuat Anda lebih tenang. Sebentar lagi kita akan sampai di Polda metro," ujar Pak Wang mengulas senyum ramah. "Tidak, percepat saja mobilnya," sahut Elea singkat. "Ini sebentar lagi sampai kok. Nyonya minum saja." Pak Wang kembali mendesak, bahkan senyuman ramah itu terus tersungging di bibirnya. Elea menyipitkan matanya curiga, ia kemudian melirik air yang baru saja di b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD