Dhevi Komplain

1811 Words

Dhevi menggeliat ketika mendengar ketukan dari luar di pintu kamarnya dan Mamanya memanggil namanya. "Dek ... sudah bangun?" "Ya," jawab Dhevi masih dengan mata terpejam. beberapa saat kemudian, "Dek..." Panggilan yang sama disertai ketukan pintu lagi. "Ya, Ma." Dhevi tidak langsung beranjak, dia duduk setelah beberapa detik kemudian. Dhevi berjalan menuju pintu untuk membuka kuncinya, setelah dibuka, tampaklah mama Dea sudah berdiri di depannya. "Adek baru bangun, ya?" "Iya." "Nggak sholat, dong?" "Adek lagi dapet, Ma, jawab Dhevi. Jangan tanya bagaimana keadaannya, tentu saja rambutnya kusut berantakan, matanya masih sembab, wajahnya juga masih muka bantal, dan tentu saja suaranya juga masih serak. "Makan dulu, yuk." "Nanti ah." "Ayolah makan sama-sama Papa dan eyang ...

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD