Memanjakan Ibu Hamil

1248 Words

Vanila berbaring di atas tempat tidur dengan kepala bersandar di bahu Adrian. Sinar lampu kamar yang lembut membuat ruangan terasa hangat. Beberapa menit mereka hanya berdiam, menikmati keheningan yang jarang mereka dapatkan. Adrian mengusap pelan punggung istrinya. “Kamu siap nanti malam? Semua kolega Mama akan hadir,” ucapnya pelan. Vanila mengangguk. “Aku siap. Ini momen penting. Aku tahu Mama ingin semua orang ikut bahagia.” Ketukan lembut terdengar di pintu. Seorang pelayan masuk membawa nampan berisi segelas jus jeruk segar dan sepiring kecil buah potong. “Madam Berliana meminta Nyonya Vanila untuk meminum ini sebelum acara,” ucapnya sopan. “Terima kasih,” jawab Vanila. Ia meminum jus perlahan, lalu menatap Adrian sambil tersenyum. “Aku merasa lebih segar sekarang.” Beberapa jam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD