Bab 162. Tidak Dapat Izin

1090 Words

“Mbak Keysha kenapa? Kok mukanya kelihatan sedih? Mbak butuh sesuatu? Atau sakit?” Keysha melirik ke sisi sebalah kanan. Di sana ada Ani tengah berdiri. Keysha menggelengkan kepalanya. Perasaannya memang sedang resah, tapi tidak mungkin dia mencurahkan semuanya kepada Ani. Ani, yang ecara tidak langsung adalah orang asing. Tentu tidak akan mengerti masalahnya. “Benar, Mbak?” Ani kembali memastikan. “Saya baik-baik aja, Bi. Bibi kalau mau lanjut kerjain kerjaan gapapa, saya aman, beneran.” Keysha mengangkat kedua jarinya. Begitupun dengan bibirnya yang tersenyum tipis. Karena tidak punya hak memaksa, Ani akhirnya mengiyakan dan pergi meninggalkan Keysha di ruang tamu sendirian. Cantika sudah pergi beberapa menit yang lalu. Padahal tadinya wanita itu ingin tetap menunggu Aksa di sini. Ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD