Bab 108. Ngga Mau Pisah

1060 Words

Beberapa kali Keysha menguap, beberapa kali juga mata wanita itu hampir terpejam. Saat sadar, Keysha menggelengkan kepala sembari mengucak matanya. Ngantuk dan bosan, itulah yang dia rasakan saat ini. Keysha memajukan kursinya, menopang dagu menggunakan kedua tangan. Tatapan wanita itu lurus ke depan, tepatnya ke wajah Aksa. Ya, sampai saat ini Keysha belum pulang. Padahal tadi dia sudah berniat untuk meninggalkan ruangan ini. Tapi entah kenapa, Keysha sangat enggan untuk pergi. Jangankan untuk pulang, menyusul Jihan dan Aghnia di perpustakaan saja kakinya tidak rela untuk beranjak. “Aku bosan.” “Saya udah saranin kamu buat pulang duluan. Duluan aja gapapa, naik taksi.” Keysha menggelengkan kepalanya. “Aku juga maunya Mas pulang.” Diliriknya jam dipergelangan tangan, lalu Aksa menatap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD