“Demi apa ini beneran lo? Its you, Keysha?!” Keysha terkekeh. Ini bukan kehebohan pertama, karena dari pagi juga sama hebohnya. Keysha mencubit kedua pipi Nana, membuat wanita itu meringis kesakitan. Sadar kalau ini bukan mimpi, Nana memeluk Keysha. Bahkan sampai detik ini dia masih tidak menyangka kalau Keysha menikah. “Ngga ada dipikiran gue kalau lo bakal nikah secepat ini anjir. Di otak gue banyak banget pertanyaan, tapi ngga bisa gue tanyain. Tapi gue turut bahagia. Semoga lo juga bahagia, ya,” ujar Nana, melepaskan pelukannya. Puas dengan Keysha, pandangan Nana beralih ke Aksa. Ada rasa canggung karena mau bagaimanapun status pria itu adalah dosen. dengan kikuk Nana mengulurkan tangannya. “Pak Aksa, selamat ya. Saya titip Keysha sama Bapak. Dia anaknya agak aneh, semoga Bapak ngga

