Sudah 30 menit berlalu, tetapi yang dilakukan Aksa dan Keysha hanya tertawa tanpa henti. Entahlah, mereka benar-benar menertawai keadaan yang ada. Niat hati malam ini ingin melepas rindu, tetapi apa daya, mereka berdua bingung bagaimana cara memulainya. Bukan karena kikuk, melainkan karena perut besar Keysha yang menjadi penghalang. Keduanya sudah sama-sama tak berpakaian, sudah siap eksekusi. Tetapi setiap mau mulai, Aksa bingung mengatur posisi yang tepat dan nyaman untuk istrinya. Alhasil karena bingung, Aksa kembali menggulingkan tubuhnya ke sisi sebelah kanan Keysha. Kalau malam ini gagal, bisa dipastikan kepala Aksa akan pening. Tapi dia juga tidak bisa memaksakan khendeknya. “Kamu ngga bisa di atas?” Aksa menoleh, menatap istrinya. “Pegal aku Mas, ngga akan tahan lama.” “Coba du

