Bab 214. Tangisan Itu...

1075 Words

Duduk di sofa salah, rebahan salah, bahkan duduk di birthing ball sudah tidak mempan. Tiap beberapa menit sekali Keysha meraung kesakitan. Jika pagi sampai sore wanita itu masih kuat, tidak dengan malam ini. Rintihan Keysha malam ini benar-benar menyayat hati Aksa yang terus mendampingi. “Mas, sakit banget.” Keysha kembali merintih, memegang erat kedua tangan Aksa. Saking sakitnya, tangan Keysha sampai bergetar. Rintihan Keysha yang menggema membuat Nia dan Vino yang menunggu di ruang tamu datang ke dalam kamar. Keduanya mendekati Keysha, mengusap punggungnya. Nia menatap Aksa. “Sa, kita ke rumah sakit sekarang.” Aksa menganggukan kepalanya. Saat ingin menyiapkan mobil, Vino menahannya. Sang papa menyuruh Aksa menemani Keysha, urusan mobil dia yang mengurus. Vino keluar kamar, dengan te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD