Selagi suaminya mengambil obat, Keysha menunggu sambil duduk. Otak wanita itu masih blank, masih tidak bisa mikir. Yang jelas dia masih berusaha mencerna apa yang dokter katakan tadi. sambil berfikir satu tangan Keysha menyentuh perut ratanya. Benarkah di dalam perutnya tumbuh janin? Janin yang orang-orang harapkan? Keysha bukannya tidak senang, dia hanya … kaget. Beberapa saat menunggu, suaminya datang dan ikut duduk di samping. Senyum pria itu teus terukir, pasti dia sangat bahagia saat ini. Kebahagiaan hari ini seolah-oleh melupakan masalah yang sempat terjadi kemarin. “Kamu saya antar pulang, ya? Istirahat di rumah. Soal kampus biar saya yang urus izinnya,” kata Aksa, mengusap pucuk kepala Keysha. “Kenapa harus pulang? Aku masih bisa kuliah, masih kuat.” “Tapi dokter bilang kalau b

