Ban 28. Sesuai Request

1057 Words

Senyum Aksa mengembang melihat beberapa pesan yang dia kirim hanya dibaca oleh Keysha. Jujur, Aksa tidak berharap gadis itu membalas, dia hanya iseng mengirim pesan itu. beberapa menit menunggu, memastikan kalau Keysha tidak membalas, Aksa meletakkan ponselnya ke atas meja. Baru pria itu ingin merebahkan tubuhnya di atas kasur, suara ketukan pintu terdengar. Aksa bangkit dari duduknya, berjalan membuka kunci pintu. Di depannya kini berdiri Vino yang sudah memakai piyama. Padahal tadi pas Aksa pulang, dia mengira kalau orang tuanya sudah tidur. Beruntung tadi dia tidak khilaf minum, dan sekarang masih sadar. “Ada apa, Pah? Aku kira udah tidur.” “Mau minum teh bareng?” ajak Vino. Berhubung matanya belum mengantuk, Aksa mengangguk mengiyakan ajakan sang papa. Entah, tapi Aksa merasa kalau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD