“Jadi hasilnya mau langsung saya bacakan atau mau disimpan dulu?” “Dokter, dokter. Kebetulan kita udah bawa dua balon. Dokter boleh tolong bantu?” “Apa yang bisa saya bantu?” Cherry tersenyum lebar. Sejak tadi pagi memang dia yang sangat excited untuk ke rumah sakit. Excitednya mengalahkan Keysha sebagai ibu dari anaknya. Aksa dan yang lain hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Cherry. “Nanti dokter bantu pecahin yang bukan jenis kelaminnya. Dokter mau?” tanya Cherry. Ini bukan acara gender reveal yang sudah direncanakan. Bukan pula acara khusus. Ini semua murni ide Cherry saat diperjalanan tadi. Awalnya anak itu ingin mengadakan gender reveal, tetapi Keysha menolak. Dengan alasan dia tidak mau membuat acara hanya untuk mengetahui jenis kelamin anaknya. Dengan dia membaca send

