Sudah sepuluh menit Keyah hanya memandangi Aksa yang masih sibuk dengan laptop. Walaupun kegiatannya hanya duduk, tatapan Keysh tak pernah beralih dari wajah Aksa. Semakin dipandang, pria itu ternyata sangat tampan. Sedangkan Aksa yang ditatap tidak membuat dirinya risih. Yang ada dia membiarkan saja. “Ternyata Bapak ganteng juga, ya.” “Makasih pujiannya. Kamu bukan satu-satunya yang bilang begitu.” Gadis itu tertawa, kedua tangannya menopang dagu di atas meja. “Salah satunya pasti kak Cantika ya yang bilang begitu?” Mendengar nama Cantika aktivitas Aksa terhenti. Kepala pria itu terangkat, menatap lekat gadis di depannya. Memang tidak ada yang salah, tapi tetap saja Aksa merasa kalau Keysha sangatlah berani mengungkit masalalunya. Aksa yang tiba-tiba terdiam dengan tatapan yang sulit

