Acara makan memang sudah selesai sejak tadi. akan tetapi Aksa tidak langsung mengajak Keysha untuk pergi. Bukan kekenyangan, tetapi dia masih menunggu apa jawaban gadis di depannya. Iya, ajakan yang dia utarakan tadi belum mendapat jawaban. Aksa memaklumi kalau Keysha kaget atau bahkan butuh waktu. Tapi entah kenapa, dia ingin jawaban malam ini juga. “Kamu mau tambah pesanan? Pesan aja apa yang kamu mau, nanti semuanya saya yang bayar.” Buru-buru Keysha menggelengkan kepala. Perutnya sudah kenyang karena dia menghabiskan semua makanan. Sejujurnya yang Keysha inginkan adalah pergi dari hadapan Aksa detik ini juga. Ya walaupun agak percuma karena besok akan bertemu kembali di kampus. “Saya mau sedikit meluruskan. Saya pilih kamu bukan berarti kamu jadi bahan gabut atau move on saya. Saya

