Lamaran yang dilakukan secara sederhana sudah selesai. Aksa dan keluarga sudah pulang, dan kini sedang diperjalanan menuju rumah. selama diperjalanan Aksa tak henti-hentinya mendapat pertanyaan dari Cherry—adiknya. Bukan berniat jahat, hanya saja Aksa tidak mau membahas masalahnya dengan Cantika. Pasalnya Cherry memang belum tahu kalau kakaknya diselingkuhi. “Mas, kenapa diam aja? Jawab pertanyaan aku! Kenapa Mas putus sama kak Cantika? Kalian ‘kan mau menikah, kenapa sekarang melamar wanita lain?” Cherry kembali bertanya sembari menggoyak-goyakan lengan Aksa yang duduk di sampingnya. Lewat kaca atas Vino melihat kedua anaknya yang duduk di belakang. Cherry yang terus mencecar, sedangkan Aksa masih setia menutup mulut. Bukankah itu kombinasi yang sempurna? Walaupun entah diamnya Aksa kar

