Setibanya di dalam kamar Aksa tidak langsung mandi. Pria itu terduduk di tepi ranjang sambil menatap undangan di tangannya. Undangan itu … seharusnya nama dirinya yang tertera, bukan pria lain. Walaupun sudah melepaskan Aksa tak munafik jika hatinya terasa sakit. Yang semakin membuat Aksa sakit, kenapa wanita itu mengundangnya? Berdamai dengan masalah memang tidak mudah. Begitupun dengan Aksa. Walaupun setiap hari dia selalu berusaha melupakan Cantika, tapi salnya kenangan indah mereka selalu terputar. Aksa sadar kalau saat ini dia sudah menarik Keysha ke dalam hidupnya, dan dia harus fokus pada gadis pilihannya. “Kenapa semuanya jadi begini sih, Can,” ujar Aksa bermonolog. Andai dalam hubungannya dengan Cantika tidak dinodai, mungkin sekarang dia dan Cantika sudah menikah sesuai dengan

