“Kak, namanya siapa?” “Kayla Ashadiya Alzena.” “Nama yang cantik, sesuai dengan parasnya. Hai, Kayla, aku Cherry, Aunty kamu. Salam kenal ya. Nanti kita main bareng.” Jari telunjuk Cherry kembali menyentuh kulit mulus Kayla. Cherry menatap lamat sang keponakan. Tak lama Nia turut menghampiri. Wanita itu mengusap pipi cucunya dengan lembut. Pulas sekali dia tidur, benar-benar tidak perduli banyak yang mengobrol. Keysha yang melihat mertua dan iparnya memandangi sang anak hanya tersenyum. Keysha bersyukur anaknya diterima baik oleh mereka semua. “Mirip siapa, Mah, Cher?” tanya Keysha. Dia sangat berharap kalau anaknya mirip dirinya, bukan Aksa. Nia dan Cherry saling pandang. Mereka belum mengobrol empat mata, hanya bertukar jawaban lewat tatapan. Akan tetapi sepertinya mereka berdua sat

