Bab 145. Jangan Sebut Nama Itu

1200 Words

“Keysha di mana, Mah? Di kamar ngga ada, dapur ngga ada, ruang tamu sama televisi juga ngga ada.” “Ada di halaman belakang.” Aksa mengangguk. “Yaudah kalau gitu aku samperin dia dulu.” “Tunggu sebentar,” tahan Nia. Aksa yang baru saja mau bangkit dari duduknya seketika tidak jadi. Pria itu tetap duduk, menunggu apa yang akan Mamahnya sampaikan. Ya walaupun kurang lebih Aksa sudah tahu ke mana arah pembicaraa. Tetapi Aksa tidak bisa menghindar, namun untuk menjelaskan rasanya dia suda lelah. Lalu, harus bagaimana? Hari ini sengaja Aksa izin tidak masuk kampus karena dia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Keysha. seharusnya hari ini Keysha masuk, tetapi tidak Aksa izinkan karena semalam sekitar jam tiga wanita itu mengeluh sakit di perutnya. “Mama yakin kamu tau apa yang mau Mama bic

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD