Bab 156. Sedikit Iri

1555 Words

“Hari-hariku Cuma sama Jullian aja, Key. Maka dari itu, kadang kalau kepepet banget aku terpaksa hubungi Aksa. Karna kalau bukan Aksa, mau ke mana lagi aku minta tolong. Cuma dia yang aku percaya saat ini. Dan mungkin selamanya.” Cantika memandangi Aksa yang duduk disebrangnya. Keysha terdiam. Dia berusaha mencerna apa yang baru saja Cantika katakan. Lalu pandangannya beralih ke sang suami. Seperkian detik Keysha sempat melihat mereka saling tatap. Karena Keysha tidak mau merusak momen, dia mencoba menepis fikiran negatifnya. Sedangkan Aksa yang menjadi bahan obrolan dua wanita di depannya hanya diam. Memang sebaiknya diam daripada buka suara berujung blunder. Aksa juga yakin kalau istrinya tidak akan salah paham dengan apa yang Cantika katakan. Karena selama beberapa bulan ke belakang,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD